Taubatnya Keluarga Majusi

berdoa kepada allah, berdoa sambil menangis, berdoa dan berusaha, berdoa untuk semua, berdoa sambil menangis menurut islam, berdoalah, berdoa setelah shalat, berdoa, berdoa adalah memohon, berdoa amin, berdoa berusaha, berdoa berusaha dan bersyukur, berdoa berusaha berikhtiar, berdoa bersama setelah sholat, berdoa cara rasulullah, berdoa cara islam, cara berdoa yang benar, berdoa dan bekerja, berdoa dalam sujud, berdoa dalam hati, etika berdoa, etika berdoa yang baik, berdoa foto, foto berdoa islam, faedah berdoa, foto berdoa kepada allah, fungsi berdoa, fadilah berdoa, berdoa hanya kepada allah, berdoa hingga menangis, berdoa harus mengangkat tangan, berdoa harus yakin, berdoa sehabis sholat, berdoa islam, berdoa islami, berdoa ikhtiar dan tawakal, berdoa itu, berdoa itu wajib, berdoa jangan bertele-tele, berdoa jangan di facebookDiceritakan ada 2 Orang Majusi, yaitu orang yang menyembah api. Yang pertama, sudah menyambah api selama 73 tahun dan yang kedua, sudah menyambah api 35 tahun. Suatu ketika, Majusi muda mengajak Majusi tua,

“Ayo mas, Kesinilah ayo kita coba memegang api ini, apakah kita bisa memegang apinya atau malah membakar kita seperti membakar orang yang tidak menyembah api. Kita kan sudah menyembah api ini, memuliakannya, tidak akan mungkin bisa membakar kita”

“Iya, ayo kita coba” jawab Majusi tua.

“Ayo siapa yang duluan? aku ataukah kamu?” tanya Majusi Muda.

“Coba Kamu duluan” jawab Majusi tua.

Kemudian Majusi muda mulai mencobanya, dan memegang api yang disembah. Dan ternyata membakar tangannya.

“waduh, Bagaimana sih?, saya menyembah api ini sudah 35 tahun, masih saja membuat saya sakit ketika memegangnya. bagaimana mas? kamu kan menyembah api juga? sudah 73 tahun? bagaimana ini? sudah disembah, masih saja membuat sakit? bagaimana kalau kita pindah menyembah ke tuhan yang 1, yang ketika seumpama kita meninggalkan dosa, selama 35 tahun ini diampuni dengan tuhan tadi dengan ta’at 1 kali, dengan meminta maaf 1 kali”

“Ayo, kita cari saja orang yang bisa menunjukkan kita ke jalan yang benar yaitu mengajarkan kita ke agama Islam” Setuju Majusi Tua

Kemudian mereka sepakat, dan mereka berangkat ke Raja Malik bin Dinar untuk meminta keterangan tentang Islam. Ternyata mereka menemui Raja Malik bin Dinar ini dalam keadaan di suatu daerah memberikan pengajian umum.

Setelah Raja ini memberikan mau’idhoh, disitu masih banyak berkumpul masyarakat. Akhirnya Majusi tua bilang ke Majusi muda,

“Aku Malu dengan semuanya, aku sudah lama menyembah api, kalau saya pindah ke agama itu, apa kata tetanggaku? apa kata keluargaku? kalau begini, saya tidak jadi pindah agama. saya akan tetap menyembah api daripada malu?”

“Jangan mas, kalau orang menghina kita, itu bisa hilang, tapi kalau kita nanti di neraka, itu akan kekal tidak bisa hilang” Jawab Majusi muda. dan Majusi tua tidak mendengarnya.

Kemudian Majusi tua kembali pulang. Sedangkan Majusi muda beserta keluarganya menghadap ke Raja Malik bin dinar masuk Agama Islam. Kemudian Keluarga Majusi ini diberi nasihat oleh Raja, dan semua orang berdiri menghormati karena senang ada  yang masuk islam. Kamudian Keluarga Majusi ini mengucapkan Syahadat di depan orang banyak, yang kemudian semua orang islam menangis karena senang. Setelah mengucap syahadat, Orang yang baru masuk islam tadi mau pulang bersama keluarganya, tetapi oleh Raja Malik bin Dinar dicegah, tidak diperboleh pulang dulu.

“Jangan pulang dulu, kumpul-kumpul disini dulu sama yang lain, siapa tau kalian dikasih sesuatu sedekah”

“Tidak, saya disini tidak menjual agama dan dunia, Saya memang benar-benar niat untuk masuk islam” Jawab Mu’alaf yang awalnya beragama majusi tadi. Kemudian semua bubar dan pulang ke rumahnya masing-masing. Karena Mu’alaf tadi sudah tidak beragama majusi lagi, maka Orang ini pindah ke suatu tempat, di rumah kosong. Istrinya kemudian menyuruh orang ini untuk mencari pekerjaan.

Setelah itu berangkatlah Orang ini ke pasar. Di pasar tidak menemukan Orang yang butuh buruh untuk dia bekerja. Kemudian di hatinya bilang,

“Kalau begini, tidak ada pekerjaan, saya lebih baik bekerja untuk Allah”

Kemudian dia masuk masjid, kemudian sholat 2 rakaat dan berada di masjid sampai malam hari. Barulah dia pulang ke rumahnya, dan pastinya dengan tangan kosong. Kemudian Istrinya bertanya

“Bagaimana? Apakah kamu sudah menemukan pekerjaan?”

“Saya tadi disuruh sama raja tapi tidak dibayar sekarang, mungkin besok” jawab Mu’alaf.

Akhirnya mereka semua tidur dalam keadaan lapar. Kemudian esok harinya, Mu’alaf ini mencari pekerjaan lagi di pasar dan masih tidak menemukan pekerjaan. Dan lagi, Mu’alaf ini kembali ke masjid sholat 2 rakaat sampai malam hari lagi, dan kembali dalam keadaan tangan kosong. Ditanya lagi oleh istrinya,

“Aduuh, saya belum dibayar lagi, mungkin besok, besok kan hari jum’at”, akhirnya mereka 2 hari tidak makan.

Kamudian esoknya, yaitu hari jum’at pada pagi hari, mu’alaf ini pergi lagi ke pasar mencari pekerjaan, dan lagi-lagi tidak menemukan pekerjaan di pasar. untuk ketiga kalinya, Mu’alaf ini ke masjid sholat 2 rakaat dan berdoa,

“Wahai Tuhanku, Wahai Penguasaku, Aku telah memuliakanMU dengan masuk Agama Islam, dan aku telah memahkotakanMU dengan mahkota Islam dan ENGKAU telah memberikan hidayah kepadaku dengan hidayah masuk Islam. Maka muliakanlah agamamu ini dan berilah aku rezeki dengan hormatnya hari jum’at ini. Saya ini malu dengan keluarga saya, malu dengan anak saya, mereka sudah saya ajak keluar dari Majusi, dan ketika saya ajak ke Islam kok tidak dapat rezeki. Saya khawatir kalau keluarga saya berubah pikiran lagi karena tidak mendapat rezeki”. Kemudian dilanjutkan, ditambah sholatnya 2 rakaat lagi.

Ketika Siang hari, ada seseorang laki-laki datang ke rumahnya dan mengetuk pintu rumahnya. Kemudian dibuka pintunya oleh istri mu’alaf. Ternyata Orang tersebut membawa sebuah wadah yang ditutup oleh sapu tangan dan wadah tadi dilapisi emas.

“Siapa Anda?”

“Wadah ini bayarannya suami Anda yang 2 hari lalu. ini Anda terima” ucap Laki-laki asing tadi.

Kemudian wadah itu diterima oleh istri mu’alaf. Ketika dibuka wadah tersebut oleh Istri mu’alaf, ternyata isinya 1000 dinar. Karena belum makan 2 hari, Istri mu’alaf ini mengambil sebagian emasnya untuk dijual ke toko emas dan dibelikan makanan.

Ternyata yang berjualan emas ini Orang Nasrani, dan emas milik istri mu’alaf ini ditimbang dan dilihat. Ketika dilihat oleh Orang Nasrani ini, Emasnya sepertinya aneh, capnya aneh, dan Orang nasrani ini mengetahui kalau emas ini bukanlah emas biasa. Emas ini seperti yang ada di kitab-kitabnya. Kemudian Orang Nasrani ini bertanya,

“Anda dari mana?”Kemudian Istri mu’alaf ini menceritakan semuanya, dan Penjual Emas tadi tidak jadi menimbang emasnya, dan meminta Istri Mu’alaf ini mengajarkan Islam kepadanya. Setelah itu Penjual emas ini masuk islam dan Penjual ini malah memberi Istri Mu’alaf ini 1000 dirham yang emas tadi tidak diambil. kemudian bilang,”Kalau ini habis, silahkan Anda bilang ke saya”.Kembali ke cerita Mu’alaf tadi, setelah di masjid sholat, dia pulang dengan tangan kosong karena belum mendapat pekerjaan. Tetapi dia punya ide untuk membawa karung dan diisi dengan pasir. dan dalam hatinya bergumam,”Kalau Istriku tanya, akan saya jawab ini dapat tepung bayaran yang kemarin”Ketika sudah dekat dengan rumahnya, mu’alaf ini kaget karena rumahnya tampak banyak makanan. Kemudian karung tadi ditaruh di depan rumah biar istrinya tidak tau. Kemudian bertanya,”Kok banyak makanan?”, dan Istrinya menceritakan semuanya dari awal.Karena itu, semuanya sujud syukur. kemudian Istrinya bertanya, “Kamu kayaknya tadi membawa karung? apa isinya?””Sudah jangan tanyakan itu” jawab mu’alaf.Kemudian istrinya penasaran dan dibuka karung tersebut, dan ternyata isinya menjadi tepung. mereka tambah sujud syukur lagi, karena sangat-sangat senang dan bersyukur atas semuanya. Mereka pun ibadah kepada Allah hingga akhir hayatnya.Semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita ini dan menjadikan kita semakin baik lagi. amiiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *