Allah Menjamin Rezeki Setiap Makhluk

Diceritakan Syech Ibrahim Bin Adham, Beliau adalah salah satu wali Allah, salah satu Ulama Besar di zamannya. Dan Pada Zamannya, Beliau seolah jadi rujukan semua Ulama tapi Beliau menjadi Ulama Besar tidak langsung jadi Ulama.

Dan berikut ini, Saya akan menceritakan taubatnya Syech Ibrahim bin Adham,

Jadi Syech Ibrahim bin Adham ini asalnya adalah orang yang sangat kaya raya, dan suatu ketika beliau berburu. Kemudian Beliau beristirahat di suatu tempat di sela-sela ia berburu dan beliau pun menggelar tikar dan menyiapkan makanannya.

Ketika semua makanannya sudah disiapkan, ternyata ada seekor gagak. Gagak tadi turun dari atas dan hinggap di wadah makanannya kemudian membawa roti Syech Ibrahim bin Adham ini terbang. Kemudian Syech Ibrahim bin Adham ini berfikir, “kok ada seekor gagak memakan roti? biasanya seekor gagak kan senang makan daging?”

kisah gagak dalam al quran, kisah gagak hitam, kisah gagak, cerita gagak hitam, kisah seekor gagak, cerita tentang gagakKemudian Syech Ibrahim bin Adham ini mengikuti seekor gagak aneh tadi dengan menunggangi kudanya. Gagak tersebut terus diikuti oleh Syech Ibrahim bin Adham hingga gagak ini terbang lebih tinggi. Karena rasa penasarannya yang besar, maka Syech Ibrahim bin Adham tidak menyerah, dan terus mengikutinya. Hingga Syech Ibrahim bin Adham ini melihat Gagak ini dari kejauhan berhenti dan Syech Ibrahim bin Adham ini terus mendekati Gagak tersebut. dan ketika sudah dekat, gagak tersebut terbang jauh.

Di tempat itu Syech Ibrahim bin Adham ini melihat seseorang diikat dalam keadaan telentang. Kemudian beliau turun dari kuda yang ditungganginya dan menolong orang yang diikat tadi, setelah itu beliau bertanya,

“Bagaimana bisa Anda dalam keadaan begini?”

Kemudian, Orang tadi menceritakan semuanya,

“Sebenarnya saya ini pedagang, kemudian ditengah jalan saya dirampok, semua yang saya miliki diambil, saya diikat dan dilemparkan ke sini. Saya disini sudah 7 hari tapi setiap harinya ada seekor gagak tadi datang membawa roti hinggap di atas dada saya, kemudian dipecah-pecah rotinya dan ditaruh di dekat mulut saya. Allah SWT tidak meninggalkan saya seharipun sampai keadaan lapar”

Mendengar cerita orang tadi, Syech Ibrahim bin Adham ini mengajak Orang ini untuk menaiki kudanya ke tempat asal orang ini. Kemudian beliau bertaubat

“Ya Allah, Bahkan Orang yang diikat dan tidak bisa berbuat apa-apa bisa mendapatkan rezeki. Engkau menjamin rezekinya, dan tidak akan ada yang bisa menghalangi”

Setelah bertaubat, Syech Ibrahim bin Adham kembali kepada Allah SWT, semua pakaian yang bagus disedekahkan dan beliau memakai pakaian yang biasa dan budak-budaknya disedekahkan juga. Pekarangannya diwaqafkan dijadikan masjid,  musholla, dijadikan madrasah. Dan beliau membawa “teken”/tongkat saja, punya keinginan untuk ke Mekkah tanpa membawa apapun. ingin membuktikan kebenaran bahwa Allah SWT menjamin rezeki seseorang.

Kemudian Beliau pasrah dan berangkat ke Mekkah tanpa membawa apapun. Tetapi ternyata sampai di Mekkah, Beliau tidak pernah dalam keadaan lapar sekalipun, Akhirnya Beliau bersyukur dan memuji kepada Allah SWT.

 

“Barang siapa yang bertawakkal/pasrah kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan mencukupinya”

“Sesungguhnya Allah SWT itu menyampaikan segala sesuatu perkara, dan menjadikan segala sesuatu itu pasti dari Allah SWT”

Meskipun Rezeki setiap makhluk sudah dijamin oleh Allah SWT, selayaknya kita selalu berusaha untuk mendapat rezekinya. Semoga Kita bisa mengambil hikmah dari Cerita ini, dan menjadikan kita lebih baik lagi kedepannya, amiiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *